Detoksifikasi

Dalam kehidupan modern, semakin kerasnya perubahan hidup membawa dampak pada semakin meningkatkan kasus penyakit-penyakit berbahaya, seperti misalnya kanker, diabetes, gagal ginjal, dan lain-lain berujung dengan kematian. Para pakar kesehatan berpendapat, bahwa sumber penyakit itu bukan pada mikroorganisme, tetapi karena tumpukan toksin (racun) dalam jangka waktu lama di tubuh sehingga merusak sel-sel jaringan/organ dan berakhir dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif. Toksin juga merusak sistem imunitas, sehingga tubuh mudah terserang berbagai penyakit infeksi dari mikroorganisme.

Sangat mungkin anda pernah mendengar istilah detoksifikasi (detoks) karena belakangan ini banyak sekali produk yang mengklaim untuk tujuan ini. Sayangnya banyak orang yang mengetahui detoks hanya sebatas makna sempitnya saja. Alhasil banyak yang bingung saat berhadapan dengan berbagai produk/program detoks yang ditawarkan oleh dari berbagai perusahaan. Sebelum memilih program detoks ada baiknya anda memahami konsep detoks yang benar dan aman.

Toksin masuk ke dalam tubuh bahkan diproduksi oleh tubuh setiap saat di setiap sel tubuh. Namun tubuh juga dianugerahi kemampuan alami yang luar biasa untuk menetralkan dan mengeliminasi toksin ini. Artinya ”proses detoksifikasi terjadi disetiap sel”. Makin lemah fungsi dan integritas sel makin lemah pula kemampuannya dalam mengatasi toksin. Ini bermakna proses detoks ditingkat sel akan berlangsung maksimal apabila sel-sel berada dalam kondisi yang sehat/baik. Implikasinya memilih produk atau program detoks tanpa memperhatikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian hasilnya jauh dari maksimal alias sia-sia. Karena untuk meregenerasi dan memperbaiki sel dibutuhkan nutrisi yang lengkap terutama protein, berbagai vitamin dan mineral.

Perlu juga dipahami bahwa proses detoks melibatkan tiga sistem yaitu :
  1. Filtration System / penyaringan :                                                                                           melibatkan hati, ginjal, empedu, kulit dan uterus sebagai organ utama
  2. Digestive System / Sistem Pencernaan :                                                                                 duodenum (usus 12 jari), Kolon (usus besar), rektum (anus)
  3. Endocrin system / Sistem Kelenjar :                                                                                            Kelenjar pineal, tiroid, paratiroid, timus, adrenal, testis, pankreas.
Selama proses detoks berlangsung HATI dan GINJAL adalah dua organ utama yang paling berat fungsinya karena racun/toksin akan masuk ke dalam organ ini untuk diolah kembali.

Toksin juga dapat menumpuk lebih banyak pada organ tertentu, sehingga berdasarkan tujuanya program/produk detoks dapat dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu DETOKS MENYELURUH dan DETOKS PARSIAL. Detoks parsial hanya/lebih fokus pada organ tertentu saja, seperti Colon Cleansing atau program cuci usus. Detoks parsial dijalani jika seseorang mengalami kondisi khusus pada organ tertentu. Umumnya kerja program/produk detoks ini bereaksi agak/sangat kuat sehingga sebaiknya dilakukan atas saran dan dibawah pengawasan tenaga ahli/dokter untuk mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan. Lagipula tidak semua orang dapat menjalankan program detoks parsial. Seperti program/terapi cuci usus, program/produk ini hanya boleh selama jangka waktu tertentu saja. Anda yang mengalami tukak dan iritasi saluran cerna, polip kolon dan kanker usus tentu tidak dibenarkan menjalankan program/produk pembersihkan/cuci usus ini. Realitanya banyak produk cuci usus ini yang dijual bebas, malah disarankan diminum setiap hari untuk waktu yang tidak terbatas.

Jadi kurang tepat bila sebuah produk pembersihan usus/pencernaan mengusung istilah detoks tanpa mencantumkan kata colon cleansing karena kata detoks mengaju pada detoks sampai ke tingkat sel dan terjadi diseluruh sel tubuh, sedang cuci/pembersihan usus hanya di saluran pencernaan saja.

Berdasarkan kandungan bahan aktifnya, ada produk detoks yang berbasis nutrisi dan ada yang berbasis obat atau herbal. Detoks berbasis obat tentu memiliki efek yang kuat dan hanya dapat dijalani sesuai saran tenaga ahli/dokter. Sebaiknya demikian juga dengan herbal, walau herbal alami namun pada dasarnya berkhasiat seperti obat sehingga disarankan tidak dikonsumsi setiap hari. Sedang produk detoks berbasis nutrisi, sepanjang tidak mega dosis, amat sangat aman dikonsumsi setiap hari.

Sekarang menjadi jelas bahwa penumpukan toksin dan proses detoks terjadi diseluruh sel sehingga detoks yang sebenarnya adalah detoks sampai ke tingkat sel di seluruh sel-sel tubuh kita. Semoga penjelasan ini membantu anda dalam memilih produk yang tepat sesuai kondisi anda.

BAHAYA TOKSIN

Komposisi makanan yang tidak seimbang dan cara konsumsi yang salah mengakibatkan banyak nutrisi yang tidak terserap dan memberatkan sistem pencernaan, sehingga sampah pencernaan pun bertumpuk. Tingkat toksin pada saluran pencernaan semakin tinggi, membuat lemah gerak peristaltik usus. Pada tanda berikutnya, yang terjadi adalah gangguan saluran pencernaan: sulit buang air besar, perut sering kembung (terasa penuh).

Penyakit-Penyakit / Gangguan sistem pencernaan :
  1. Perforated colon cancer (kanker usus berlubang-lubang).
  2. Colon cancer-liver (kanker usus-hati).
  3. Small bowel metastasized tumor (kanker usus kecil).
  4. Colon cancer colorectal cancer (kanker usus dan rectum).
  5. Stomach cancer (kanker lambung).
  6. Colon cancer (kanker kolon), dan lain-lain.
Bentuk-bentuk kelainan usus :
  1. penyempitan.
  2. prolaps (hernia).
  3. divertikula (bisul).
  4. sigmoid (gembung).
  5. spasma (pengerasan regangan).
Kelainan bentuk usus besar memicu terjadinya autointoksikasi (Keracunan cetusan sendiri).
Fakta berbicara pada kita, bahwa Polusi Udara menyumbang sekitar kematian 10.000 jiwa/tahun karena kanker akibat dari rokok, asap pabrik dan kendaraan bermotor, benzene cat, pengharum ruangan, dll (Environtment Protection agency, USA).

Selain itu, polusi air (yang mengandung Chlorine/Klor) dalam air ledeng (PAM) menjadi organoclor yang sulit terurai di tubuh manusia, tersimpan dalam jaringan lemak, merusak sperma (mandul), meningkatkan kasus kanker colon (15%) dan kandung kemih (9%) per tahunnya. Peringatan juga diberikan oleh WHO bahwa sekitar 3,5-5 juta orang meninggal akibat keracunan akut pestisida.

Dari buku The Detox Revolution oleh Thomas J.Slaga, Ph.D mensarikan tentang cara melindungi diri anda dari bahan-bahan berbahaya, misalnya :
  1. Hindari masak terlalu matang daging merah, unggas dan ikan untuk mengurangi akibat buruk heterosiklik amina yang terbentuk.
  2. Tidak memanggang daging diatas arang agar tidak terbentuk hidrokarbon aromatik polisiklik.
  3. Tidak merokok karena rokok memproduksi radikal bebas.
  4. Kurangi makanan junk food untuk menghindari terbentuknya zat karsinogenik dan nitrosamin pada makanan yang diawetkan (refined food).
GEJALA UMUM AKUMULASI TOKSIN
Akumulasi toksin dalam tubuh menciptakan gejala-gejala umum :
  1. Sering sakit kepala
  2. Sering lupa dan sulit konsentrasi
  3. Sering atau mudah terkena flu
  4. Sering sariawan
  5. Sering letih dan lelah berkepanjangan
  6. Sulit tidur di malam hari
  7. Kulit kering, alergi dan gatal-gatal
  8. Nyeri otot/sendi berkepanjangan
  9. Nafas dan badan bau
  10. Berat badan terus bertambah
  11. Disfungsi ereksi
Kalau sudah begini, maka detoksifikasi harus segera dilakukan.

SYARAT PRODUK / PROGRAM DETOX YANG BAIK
Syarat produk dan program detoks yang baik (dimiliki juga oleh OGF) yaitu:
  1. Terbuat dari bahan-bahan organik (tidak mengandung bahan pestisida, herbisida,insektisida,rekayasa genetik, residu kimia industri, dan lain-lain)
  2. Mengandung protein, vitamin dan mineral yang seimbang untuk peremajaan sel-sel selama detoks.
  3. Mengandung serat makanan yang cukup untuk detoks saluran pencernaan
  4. Aman bagi saluran pencernaan dan tidak menyebabkan hilangnya nutrisi secara berlebihan
  5. Tidak mengganggu keseimbangan bakteri/flora normal usus
  6. Mengandung herbal untuk melindungi dan memperkuat hati dan ginjal selama proses detoks